Kamis, 26 Agustus 2010

Ciri-ciri aliran sesat, tanda-tanda kelompok dan golongan yang menyimpang dari ajaran islam

Jika ada suatu kelompok, baik yang berkedok kelompok pengajian maupun lainnya memiliki salah satu ciri berikut ini maka patut dicurigai sebagai kelompok sesat. Dan jika memiliki lebih dari satu ciri maka dugaan kelompok tersebut sesaat semakin kuat.

Yang paling mudah terjerumus dalam kelompok sesat adalah mereka yang memiliki semangat tinggi untuk mempelajari agama tetapi memiliki pondasi keilmuan yang lemah sehingga mudah ditipu oleh kelompok sesat. Kemudian mereka yang memiliki fanatisme buta terhadap kelompok tertentu, dalam arti fanatisme mereka tidak dilandasi metode ilmiah atau dalil ilmiah dari Al Quran dan As Sunnah. Sebab, pada dasarnya kita memang harus fanatik terhadap kebenaran sejati, yaitu ajaran islam yang masih murni dan konsekuen, yang belum tercampur dengan berbagai dogma sesat seperti TBC (Takhayul – Bid’ah – Churofat) ataupun SIPILIS (sekulerisme – pluralisme – liberalisme).

ciri-ciri aliran sesat:

1. mengutamakan akal diatas hadits-hadits shahih

2. berusaha mementahkan hukum-hukum islam dengan akalnya, membantah hadits-haidts shahih dengan akalnya

3. memalingkan tafsir ayat-ayat Al quran agar sesuai dengan hawa nafsunya, alias menafsirkan ayat-ayat Al Quran seenaknya sendiri

4. ajarannya bersifat rahasia, tidak terbuka untuk umum, pengajarannya bersifat tertutup, hanya untuk kalangannya sendiri, dll

5. tidak berani terang-terangan menyampaikan ajaran kelompoknya kepada publik (pokoknya kalau sudah main rahasia-rahasiaan kemungkinan besar pasti sesat)

6. mewajibkan pengikutnya menyerahkan harta, meskipun berkedok untuk infak/shadaqah, apalagi jika angkanya besar, misalnya 20% dari gaji, terutama jika penggunaan dana tersebut tidak transparan

7. menganggap kafir mayoritas umat islam yang bukan kelompoknya (takfiri)

8. menganggap pemeluk agama lain juga akan masuk surga (pluralisme)

9. menganggap negara indonesia tidak berlu memakai hukum islam (sekulerisme)

10. melakukan ritual-ritual yang tidak diajarkan nabi, yang tidak ada dalilnya dari hadits-hadits shahih

11. mendukung terorisme

==============================

situs-situs salafi – wahabi – ahlus sunnah:

www.alsofwah.or.id
www.muslim.or.id
www.salafy.or.id
www.almanhaj.or.id
www.asysyariah.com
www.muslimah.or.id
www.jilbab.or.id

situs anti syi’ah;

www.hakekat.com
www.haulasyiah.wordpress.com


==============================================



WAHABI – SALAFI BUKANLAH ALIRAN SESAT, BAHKAN MEREKA YANG MEMUSUHI SALAFI – WAHABI LAH YANG SESAT



Orang-orang biasa menuduh “wahabi ” kepada setiap orang yang melanggar tradisi, kepercayaan dan bid’ah mereka, sekalipun kepercayaan-kepercayaan mereka itu rusak, bertentangan dengan Al-Qur’anul Karim dan hadits-hadits shahih. Mereka menentang dakwah kepada tauhid dan enggan berdo’a (memohon) hanya kepada Allah semata.

Memang ada sementara orang yang menyebut Ahlus Sunnah (salafi) sebagai aliran wahabi. Pemberian gelaran ini dilakukan oleh orang-orang yang tidak suka dan dengki atas gencarnya dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah. Gelaran seperti ini sengaja dihembuskan agar orang-orang ragu mengikuti kebenaran dan petunjuk yang diajarkan beliau. Gelaran seperti itu juga digunakan agar orang-orang tetap tenggelam dalam bid’ah yang mereka ada-adakan, tindakan yang menyelisihi prinsip Ahlus Sunnah.

Dalam hal ini, tidak bisa Ahlus Sunnah dikatakan sebagai Wahabiyah, yaitu dinisbatkan kepada Syaikh Muhamamad bin Abdul Wahhab Rahimahullah. Hal ini karena Ahlus Sunnah tidak pernah menyandarkan diri kepada beliau baik ketika belaiu masih hidup maupun setelah wafatnya. Syaikh Muhamamd bin Abdul Wahhab sendiri tidak pernah mengajarkan sesuatu yang baru untuk kemudian ajaran tersebut dinisbatkan kepada dirinya. Bahkan sebaliknya, beliau adalah orang yang teguh mengikuti jalan para Salafush Shalih, menampakkan, menyebarkan dan mengajak orang-orang untuk berpegang teguh dengan Sunnah.

Banyak sumbangsih yang diberikan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullahu kepada kaum muslimin yang semestinya disyukuri. Namun ada saja orang yang hasad kepada beliau atau orang yang dakwahnya berseberangan dengan dakwah yang beliau tegakkan. Mereka menyimpan kebencian kepada beliau bahkan menyebarkan ucapan-ucapan jelek dan tuduhan palsu tentang beliau dan dakwahnya. Sehingga tidak sedikit orang awam yang termakan ucapan mereka. Akibatnya beliau dibenci dan dicaci oleh mereka, dan dakwah seperti yang beliau ajarkan dijauhi.

Ditempelkanlah gelar Wahabi kepada pengikut dakwah beliau, seakan beliau dan pengikut dakwah beliau berjalan di atas selain jalan yang haq dan membentuk madzhab yang kelima dalam Islam. Padahal dakwah beliau adalah dakwah kepada tauhid yang murni, memperingatkan dari kesyirikan dengan seluruh jenisnya, seperti bergantung kepada orang-orang mati dan yang lainnya, baik berupa pepohonan, bebatuan dan semisalnya.

Dalam masalah aqidah, Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullahu berada di atas madzhab As-Salafus Shalih, dalam fiqih beliau berpegang dengan madzhab Al-Imam Ahmad rahimahullahu sebagaimana ditunjukkan dalam kitab-kitab karya beliau, fatwa-fatwa beliau dan kitab-kitab karya pengikut beliau dari kalangan anak dan cucu-cucunya serta selain mereka.

Dengan demikian Wahabiyyah bukanlah madzhab kelima seperti anggapan orang-orang bodoh dan orang-orang yang benci. Dia hanyalah dakwah kepada aqidah salafiyyah dan memperbaharui apa yang telah roboh dari bendera-bendera Islam dan tauhid di jazirah Arab. (Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, Asy-Syaikh Ibnu Baz, 1/374)

Hingga saat ini, masih ada pula sebagian manusia yang menyebarluaskan berita-berita bohong. Misalnya mereka mengatakan, dia (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab) adalah pembuat madzhab yang kelima, padahal dia adalah seorang penganut madzhab Hambali. Sebagian mereka mengatakan, orang-orang wahabi tidak mencintai Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam serta tidak bershalawat atasnya. Mereka anti bacaan shalawat.

Padahal kenyataannya, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah- telah menulis kitab “Mukhtashar Siiratur Rasuul Shalallaahu alaihi wasalam “. Kitab ini bukti sejarah atas kecintaan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka mengada-adakan berbagai cerita dusta tentang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, suatu hal yang karenanya mereka bakal dihisab pada hari Kiamat.

Seandainya mereka mau mempelajari kitab-kitab beliau dengan penuh kesadaran, niscaya mereka akan menemukan Al-Qur’an, hadits dan ucapan sahabat nabi sebagai rujukannya.

Seseorang yang dapat dipercaya memberitahukan kepada penulis, bahwa ada salah seorang ulama yang memperingatkan dalam pengajian-pengajiannya dari ajaran wahabi. Suatu hari, salah seorang dari hadirin memberinya sebuah kitab karangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Sebelum diberikan, ia hilangkan terlebih dahulu nama pengarangnya. Ulama itu membaca kitab tersebut dan amat kagum dengan kandungannya. Setelah mengetahui siapa penulis buku yang dibaca, mulailah ia memuji Muhammad bin Abdul Wahab.

==========================

==================
Al-Malik Abdul Aziz (pendiri kerajaan arab saudi modern) dikenal sebagai seorang yang gigih mengikuti jejak Salafush Shalih di dalam mendakwahi manusia kepada aqidah yang shahihah dan berpegang teguh kepada syari’at Islamiyyah serta menerapkan hukum-hukum Islam dalam semua segi kehidupan.

Al-Malik Abdul Aziz berkata : “Aku adalah penyeru kepada aqidah Salafush Shalih, dan aqidah Salafush Shalih adalah berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang datang dari Khulafaur Rasyidin” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz hal.216]

Beliau juga berkata : “Mereka menamakan kami Wahabiyyin, dan menamakan madzhab kami adalah madzhab wahabi yang dianggap sebagai madzhab yang baru. Ini adalah kesalahan fatal, yang timbul dari propaganda-propaganda dusta yang disebarkan oleh musuh-musuh Islam. Kami bukanlah pemilik madzhab baru atau aqidah baru. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak pernah mendatangkan sesuatu yang baru, aqidah kami adalah aqidah Salafush Shalih yang datang di dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang ditempuh oleh Salafush Shalih. Kami menghormati imam empat, tidak ada perbedaan di sisi kami antara para imam : Malik, Syafi’i, Ahmad dan Abu Hanifah, semuanya terhormat dalam pandangan kami” [Al-Wajiz Fi Siratil Malik Abdul Aziz, hal. 217]

=============

DAULAH SU’UDIYYAH (KERAJAAN ARAB SAUDI) DAN PENERAPAN SYARI’AT ISLAM

Daulah Su’udiyyah (kerajaan arab saudi) menjadikan Kitab dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai undang-undang dasar daulah sebagaimana termuat dalam surat kabar Ummul Qura 21 Shafar 1345H : “Seluruh hukum di Saudi berdasarkan atas Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang ditempuh oleh para sahabat dan Salafush Shalih” [Syibhul Jazirah Fi Ahdil Malik Abdul Aziz 1/354]

Daulah Su’udiyyah menerapkan syari’at Islam di seluruh penjuru daulah. Di antara hal-hal yang nampak dari penerapan syari’at yang bisa dilihat oleh setiap orang yang datang ke negeri Saudi adalah.

[1]. Menjadikan aqidah Salaf sebagai pelajaran wajib di semua jenjang pendidikan dari tingkat TK hingga perguruan tinggi.

[2]. Menghilangkan semua hal yang merusak aqidah dan membawa kepada kesyirikan seperti kubah-kubah di atas kubur, berhala-berhala, dan yang lainnya.

[3]. Melarang semua pemikiran yang menyelisihi Islam seperti rasialisme, sekulerisme, komunisme, dan yang lainnya dengan melarang masuknya buku-buku yang mengandung pemikiran-pemikiran tersebut ke dalam negeri.

[4]. Mendirikan Haiah Amar Ma’ruf wa Nahi Munkar yang bertugas mengawasi pelaksanaan hukum-hukum dan syi’ar-syi’ar Islam serta menghasung kaum muslimin agar selalu shalat berjama’ah, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan ibadah-ibadah yang lainnya.

[5]. Seluruh mahkamah di daulah Su’udiyyah berlandaskan hukum-hukum Islam

[6]. Menegakkan hukum-hukum had terhadap pelanggaran-pelanggaran syar’i seperti qishash, dera potong tangan pencuri, dan yang lainnya.

————————-
sumber: http://www.almanhaj.or.id/
http://www.asysyariah.com/

==========================

-
situs-situs salafi – wahabi – ahlus sunnah:

http://www.alsofwah.or.id/
http://www.muslim.or.id/
http://www.salafy.or.id/
http://www.almanhaj.or.id/
http://www.asysyariah.com/
http://www.muslimah.or.id/
http://www.jilbab.or.id/

situs anti syi’ah;

http://www.hakekat.com/
http://www.haulasyiah.wordpress.com/